12/05/2019

Benarkah e-book lebih ramah lingkungan daripada buku cetak?


Beberapa tahun yang lalu, saya begitu bahagia menyadari bahwa e-book menjadi solusi ramah lingkungan. Sebuah bayangan tentang berkurangnya pohon yang tertebang bisa menjanjikan stok oksigen melimpah di negeri yang katanya ‘loh jinawi’ ini. Sayangnya, angan-angan saya itu rusak setelah melihat sebuah video yang sempat viral sebelum pemilu April lalu.

Terlepas dari siapa yang mengedarkan video kontroversial itu, saya sudah sadar bahwa konsumsi listrik di negara kita meningkat. Tidak perlu membahas kebutuhan seluruh negara, kebutuhan orang per orang saja sudah bisa dikatakan banyak. Tiap orang minimal memerlukan listrik untuk mengisi baterai gawai, misal ponsel. Bergeser pada kebutuhan sehari-hari, ada kebutuhan penerangan, kebutuhan menggunakan pompa listrik, kebutuhan menyetrika, kebutuhan menonton televisi, kebutuhan menyimpan bahan makanan, dan masih banyak yang lain.

Kembali pada video yang viral, saya yakin sebagian besar warga negara Indonesia semakin sadar bahwa kebutuhan listrik yang banyak telah mendorong eksplorasi besar-besaran sumber alam sebagai bahan penghasil listrik. Peristiwa kerusakan alam yang timbul akibat pengerukan kekayaan alam juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Singkat cerita, kita perlu benar-benar bertanya pada diri sendiri ‘Kita harus berbuat apa?’

Sebagai pembaca buku, menurut saya e-book merupakan alternatif pilihan setelah buku cetak oleh sebagian orang. Tidak menutup kemungkinan, e-book bisa menjadi pilihan utama dalam kegiatan membaca oleh sebagian orang lain. Konsekuensinya, siapa saja yang membaca e-book perlu menyadari bahwa kegiatan membaca e-book juga memerlukan listrik.

Nah, kebutuhan listrik tanpa membaca e-book saja sudah sedemikan banyaknya, apalagi ditambah kebutuhan membaca e-book? Bila e-book tidak lagi mengungguli keberadaan buku cetak, adakah wujud lain yang lebih ramah lingkungan daripada keduanya?

09/05/2019

Ramadhan 1440 H/2019

Sumber foto: klik di sini

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan untuk menjalani Ramadhan tahun ini tepat di hari keempat. Semoga kesempatan yang ada, dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya. ^^

Tahun ini, saya tidak menyangka akan mengikuti sebuah program menulis yang diadakan salah satu penerbit. Tadinya, saya hanya merencanakan untuk mengisi Ramadhan dengan kegiatan membaca. Khususnya, membaca beberapa buku nonfiksi. Ternyata, saya malah memantapkapkan hati untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan #30HariBerceritaSelamaRamadhan. Lebih-lebih pihak panitia tidak membatasi jenis tulisan yang diposting alias bebas. 

Karena tema yang bisa ditulis selama event #30HariBerceritaSelamaRamadhan adalah bebas secara bentuk dan isi, saya memilih untuk menulis jenis tulisan yang biasa saya posting di blog. Saya mereproduksi beberapa tulisan yang pernah saya tulis beberapa tahun lalu. Memang akan ada banyak pertimbangan ulang atas kata yang dipakai dan berupaya mengemas tulisan agar lebih sederhana dan mudah dicerna segala kalangan. Tentu, saya juga berharap ada manfaat yang bisa diambil pembaca dari tulisan saya. :D

Sementara ini, selain fokus beribadah selama Ramadhan, saya menyibukkan diri mengisi bulan ini dengan kegiatan posting tulisan, dan tantangan membaca diri sendiri tanpa mengikuti 'Reading Challenge' dari pihak manapun. Semoga kegiatan yang ada, bisa meminimalisir keinginan-keinginan untuk beraktivitas yang tidak sesuai selama bulan Ramadhan.

Selamat beraktivitas. Jangan lupa meniatkan dan membaca basmalah sebelum aktivitas harian. InsyaAllah aktivitas apapun yang dijalani akan bernilai ibadah di hadapan Allah Ta'ala. ^^

11/04/2019

Pelajaran Keimanan dalam Acara Siraman Qolbu

Setiap hari antara pukul 05.00 WIB sampai pukul 07.00 WIB (dengan waktu mulai dan berakhir yang berubah-ubah atau tidak pasti), kita bisa sejenak mengikuti acara Siraman Qolbu di Mnctv. Bila tidak memungkinkan menonton sampai selesai, beberapa menit menonton acara ini dapat menambah wawasan bagaimana kita mengukur keimanan kita terhadap Allah Swt. 

Siraman Qolbu dipandu pembawa acara terkenal Irfan Hakim, dengan seorang narasumber tetap bernama Ustad Danu. Bisa dibilang, acara ini bukan acara baru. Ustad Danu pernah berada di acara sejenis dengan nama program tv dan dipandu MC yang berbeda. Saya lupa nama acaranya, tapi seingat saya … dulu…acara tersebut disiarkan di stasiun tv bernama TPI.

Kurang lebih, acara diawali sapaan MC kepada pemirsa di rumah dan hadirin di studio. Kemudian MC mempersilahkan Ustad Danu menyampaikan materi terkait tema pada hari tersebut beberapa menit. Lalu setelah diselingi beberapa iklan, acara berlanjut dengan menghadirkan beberapa orang yang ingin bercerita dan bertanya kepada Ustad Danu mengenai kondisi kesehatan jasmani dan rohani yang mengganggu mereka. Sesi inilah yang saya anggap menarik. Selain mengetahui solusi yang diperbincangkan antara Ustad Danu dan para partisipan yang bercerita, saya menjadi tahu bahwa penyakit apapun, insyaAllah ada kaitannya dengan amal perbuatan kita sehari-hari. Bila usia partisipan masih belum baligh, penyakit yang ada disebabkan karena dosa dan kesalahan para orangtuanya. Tentu, di akhir diskusi dengan tiap-tiap partisipan, Ustad Danu akan memimpin doa untuk memohonkan ampun atas dosa-dosa dan kesalahan tiap partisipan kepada Allah Swt. Bagian doa yang bisa ditiru untuk dibaca siapa saja.

11/03/2019

Bookstagrammer



Akhir-akhir ini saya lebih sering mengakses instagram daripada twitter, apalagi facebook. Sederhana saja, tujuan saya membuat instagram untuk memfollow penerbit dan para pembaca lain. Otomatis tampilan postingan yang 'nongol' saat pertama buka instagram adalah jajaran foto buku dan hal-hal berkaitan dengan buku. Karena berfokus pada bacaan, sebisa mungkin saya tidak memosting selain bahan bacaan. Saya mengantisipasi agar instagram tidak seperti facebook saya dulu, terlalu ramai dan "menyesakkan". Saya merasa tidak nyaman untuk membagi setiap hal untuk banyak orang. ^^

Lambat laun, saya memperoleh banyak rekan pembaca di instagram. Mulai dari teman yang suka memosting foto buku dengan printilannya, sampai teman yang memosting foto dengan caption berisi review mendetil selama 3-5 kali untuk satu buku. Selain menemukan akun-akun penerbit dan pembaca buku lain, saya juga menemukan akun para penulis buku. Hal yang saya kira susah untuk dijangkau saat masa lalu, kini sangat mudah untuk digapai. Misal, menghubungi penulis secara langsung.

Kembali pada rekan-rekan pembaca yang suka memosting foto cantik buku-buku yang diulas. Mereka mengatur foto buku sedemikian rupa disertai caption tertentu. Pembaca jenis inilah yang mudah 'ditandai' oleh penerbit. Jenis pembaca yang jago memotret dan berkata-kata, mudah bekerjasama dengan pihak penerbit. Nah, untuk kalian yang ingin bekerjasama dengan penerbit bisa mencoba menjadi seorang bookstagrammer. ^^

Lalu, kalau ditanya apakah saya bookstagrammer? Rasa-rasanya bukan. Foto yang saya hasilkan masih jauh dari memadai. Hanya saja, saya masih suka berkeliaran di akun-akun bookstagram. Entah itu sekedar melihat-lihat judul buku yang sedang kekinian, atau bahkan mencari inspirasi bentuk tatanan buku yang menarik sebagai bahan postingan di instagram.

Jadi, apakah kalian berminat menjadi bookstagrammer? Atau, jangan-jangan....kalian termasuk bookstagrammer juga? ^^

27/02/2019

Katalog Berhadiah


Seringkali, saya mengabaikan pemberian katalog barang. Hanya sekedar membalik lembar-lembar yang ada untuk mengetahui apa saja yang tertulis di dalamnya. Tidak jarang juga, sebuah katalog sering berakhir di tempat sampah. Selain itu, saya tidak memiliki hobi mengoleksi katalog untuk digunakan ulang, misal untuk bookmark atau bahan journaling.

Nah awal Desember 2018, saya tertarik berbelanja di Gramedia karena promo potongan Rp.40.000,00 untuk pembelian buku minimal Rp.200.000,00. Karena ada beberapa wishlist buku non fiksi yang harganya melebihi seratus ribu per buku, saya berminat untuk memanfaatkan promo tersebut. Setelah menyelesaikan pembayaran, mbak kasir menambahkan sebuah buku tipis ke dalam kantung plastik belanjaan saya. Sesampai di rumah saya mengecek, ternyata buku tipis tersebut adalah katalog yang berisi produk terbaru yang dijual di Gramedia. Beberapa lembar tertentu juga menampilkan promo-promo yang bisa diperoleh calon pembeli beserta S&K yamg berlaku. Lalu sampai di lembar bagian akhir, saya menemukan halaman berisi gambar dan perintah menemukan buku berlogo Gramedia dalam gambar tersebut.

Tampilan depan katalog Gramedia
Sumber: dok. pribadi

Berbekal dengan sebuah bolpen hitam, saya melingkari beberapa logo yang saya duga debagai logo buku Gramedia. Kemudian, saya mengikuti perintah selanjutnya dengan cara mengupload jawaban ke instagram. Gambar tersebut di-‘tag’ kan ke @gramediabooks setelah memfolow akun tersebut. Lalu
membubuhkan hastag #kuisgramediakatalog pada caption foto jawaban yang diunggah.

Halaman kuis mencari logo buku Gramedia
Sumber: dok. pribadi

Awalnya, saya tidak merasa yakin kalau kuis di katalog tersebut benar adanya. Saya sempat mencari postingan lain dengan cara mngeklik hastag yang dimaksud. Ternyata, ada beberapa orang yang sudah menggunggah jawaban kuis serupa. Sambil harap-harap cemas, saya berusaha memasrahkan apapun hasilnya kepada Pencipta. ^^

Hampir lebih dari satu bulan lamanya, kira-kira awal Januari, saya terkejut mendapat mention story dari akun @gramediabooks. Alhamdulillah, saya menjadi salah satu dari 5 orang penerima voucher buku gramedia. Seluruh penerima diharapkan mengirim identitas diri dan toko Gramedia terdekat di kota masing-masing melalui email salah satu staff yang ditentukan.

Sebagian voucher yang saya terima sebagai hadiah
Sumber: dok. pribadi

Nah, kalau ada yang tertarik mengikuti kuis katalog gramedia seperti saya, jangan buang dulu katalog Gramedia yang pernah kalian dapatkan. Siapa tahu ada kuis di halaman tertentu, dan kalian bisa berhasil mendapatkan hadiahnya. Waktu pengambilan hadiah, saya sempat bertanya sampai kapan program kuis berhadiah ini berlangsung, seorang staff manajerial toko berujar bahwa kuis ini diadakan sampai akhir tahun dengan penentuan pemenang oleh Gramedia pusat. Pemilihan pemenang tiap sebulan sekali dengan 5 pemenang dari seluruh Indonesia. ^^

Selamat mencoba


26/12/2018

Penghuni Baru


Hey You!
Sumber: dok. pribadi


Beberapa bulan yang lalu, saya lupa tepatnya kapan, ada seekor kucing betina bertandang ke rumah. Lebih tepatnya, dia menemukan bagian kebun dan area menjemur pakaian. Entah darimana asal kucing tersebut dan saya tidak tahu siapa pemiliknya, tau-tau kucing tersebut sudah menjadi anggota penghuni di area tersebut.

29/11/2018

Out of The Boox Surabaya

Sumber: Instagram Mizanmediautama


OOTB Surabaya tampak depan
Sumber: dok. pribadi
Akhir tahun sudah beberapa minggu lagi, tapi pesta buku murah belum berakhir temans! Yaps, kali ini giliran penerbit Mizan menyelenggarakan bazar buku murah di dua kota besar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya. Nah karena tempat tinggal saya lebih dekat dengan kota Surabaya, saya akan membahas acara yang diselenggarakan di bagian Surabaya saja. Acara ini berlokasi di halaman perkantoran Jawa Pos Jl. Karah Agung No. 45 Surabaya. Nah, acara bazar buku ini mempunyai judul ‘Out of the Boox’ (OOTB) Surabaya. Kita bisa mengunjungi acara ini mulai tanggal 29 November sampai 10 Desember 2018, jam 08.30 - 04.30 WIB.

01/10/2018

Manjakan Buah Hati di event Big Bad wolf Surabaya 2018



sumber: https://www.bigbadwolfbooks.com/id/
Adakah yang masih belum mengenal acara Big Bad Wolf? Wah sayang sekali kalau ada satu di antara Anda masih belum megenal atau bahkan belum sempat berkunjung di event satu ini. Siapa saja perlu merasakan sensasi berkunjung dan berbelanja buku bacaan dengan harga yang terjangkau di sini. Yaps, BBW menawarkan beragam bacaan impor dan lokal dengan harga yang lebih hemat daripada membeli di tempat lain. Apalagi untuk Anda yang suka berbelanja kebutuhan bacaan dan mainan berkualitas untuk putra-putri, jangan lupa mengunjungi even BBW kali ini.

Saat kunjungan preview sale, saya sangat takjub ketika mengamati bahwa hampir seluruh hall JX Internasional Surabaya dipenuhi oleh bacaan anak-anak. Bukan berarti tidak ada bacaan untuk remaja dan usia dewasa, bisa dibilang kali ini BBW benar-benar memanjakan anak-anak dengan beragam jenis bacaan dan mainan. Beberapa jenis bacaan anak-anak yang berhasil saya ingat antara lain jenis picture books, sticker book, board books, activity books, sound books, children Christmas, reference for children, dan buku anak berbahasa Indonesia. Beragamnya jenis bacaan anak ini tidak hanya saya temui saat preview sale saja, tapi juga saat kunjungan kedua dan ketiga. Wah, bisa dibayangkan berapa banyak stok buku untuk anak sepanjang event BBW Surabaya 2018 ini bukan?

Beragam pilihan buku bacaan untuk anak
Sumber: doc pribadi
Sebagian mainan yang ada di BBW Surabaya 2018
Sumber: doc pribadi


Kids friendly-area
Sumber: doc pribadi
Para orangtua sebaiknya tidak perlu terlalu khawatir mengajak putra-putri tercinta berkeliling dan berbelanja di area BBW Surabaya 2018. Saat kunjungan ketiga saya siang hari ini, saya mendapati beberapa ibu dan anak berkeliling dengan nyaman di dalam hall. Para balita yang lebih nyaman duduk dalam troli bisa menggunakan troli pribadi maupun troli yang disediakan oleh panita. Keriuhan para jastip (jasa titip) juga tidak mengganggu pengunjung lain. Suasana sejuk dalam hall benar-benar membuat saya sebagai pengunjung merasa nyaman berkeliling selama beberapa jam.




Tempat titip troli dan buku yang sudah dipilih
Sumber: doc pribadi

Tentang fasilitas pendukung lain, fasilitas BBW kali ini juga tak kalah memadai dari tahun sebelumnya. Mulai dari kemudahan pilihan pembayaran, ruang sholat dan wudhu, food court, sampai penitipan troli maksimal selama 24 jam. Tidak perlu cemas berdesakan dengan para jastip atau pembeli buku dalam jumlah besar bila ingin menitip sedikit buku. Ada tempat terpisah dan syarat tertentu untuk menitipkan buku di penitipan troli. 


Tempat bermain anak-anak
Sumber: doc pribadi





Kalau tahun sebelumnya area food court hanya ditempati oleh stand makanan, minuman, dan top up emoney, sekarang ada stand yang menjual tas, perlengkapan bayi, dan tempat bermain anak-anak. Wah, bisa jadi alternatif hiduran anak-anak saat bosan berada di lantai buku bacaan. Nah, masih ragukah membawa anak-anak berbelanja di BBW Surabaya 2018? :)



Kesempatan memperoleh voucher belanja
Sumber: doc pribadi
Oiya, panitia BBW juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mendapatkan voucher belanja lho! Apa saja itu? Yang pertama adalah kreasi Instagram story. Setiap pengunjung yang mengunggah story saat berada di BBW berkesempatan mendapat 1,5 juta untuk 3 orang yang beruntung. Jangan lupa tag @bbwbooks_id dan simpan di highlight story. Kompetisi ini masih berlangsung sampai tanggal 5 Oktober 2018 lho! 3 Pemenang diumumkan pada tanggal 6 Oktober. Wah masih ada berapa hari ya ini? Yang pengen ikutan...cuzz.. bikin sekreatif mungkin.


Kesempatan memperoleh voucher belanja
Sumber: doc pribadi
Kesempatan voucher belanja kedua diberikan kepada para pengunjung yang suka berfoto di area BBW, atau siapa saja yang suka memotret hasil belanja di BBW. Ada sekitar 72 Juta voucher BBW untuk para pemenang. Sertakan #PhotodiBBW untuk semua foto yang diambil di area BBW, dan cantumkan #BarbukBBW untuk foto-foto bookhaul.  

Selain buku bacaan, seperti tahun sebelumnya BBW Surabaya 2018 juga menawarkan pin,  plakat, dan poster pop artis.Yang membuat beda BBW kali ini adalah adanya meja untuk berdonasi buku untuk taman baca di Probolinggo. Selain belanja buku, siapa saja berkesempatan mendonasikan bacaan berkualitas untuk pembaca lain. :)

Poster/Plakat dan Pin
Sumber: doc. pribadi

Sumbangkan buku bacaan untuk masa depan yang lebih baik :)
Sumber: doc pribadi

Wah, sudah merasa tertarik untuk ikut merasakan bagaimana bingungnya memilih bacaan yang cocok untuk anak-anak atau adik-adik yang ada di rumah? Yuk kunjungi Big Bad Wolf Surabaya 2018 di gedung JX Internasional. Saya sudah 3 kali datang ke sini, tapi besok.. saya juga berencana ke tempat ini lagi. Kalau ketemu saya, jangan lupa menyapa ya? :)



Peta Lokasi:

24/08/2018

Buku di bulan Agustus

Source



Hai, bagaimana kabar bacaan kalian? Semoga kalian tetap semangat untuk selalu berbagi bacaan kebahagiaan kepada sekitar. Nah ngomong-ngomong masalah bacaan, pada beberapa postingan yang lalu... saya pernah menuliskan bahwa kita bisa mendapatkan bahan bacaan dari mana saja. Kalau punya dana, kita bisa membeli buku yang diinginkan. Sebaliknya, tidak ada dana bukan berarti kita tidak bisa membaca sama sekali. Begitu juga saat kita semakin menyadari kebutuhan hidup tak hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan bacaan sehari-hari, bahkan bila perlu budget buku sebisa mungkin ditekan agar lebih hemat untuk berbelanja kebutuhan yang lain.

Adanya potongan harga buku besar-besaran masih diminati banyak orang, khususnya pembaca buku. Salah satu kejadian ini bisa kita temui saat toko buku online mengadakan promo buku saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Bisa juga saat toko buku online tersebut merayakan ulang tahun, dan ternyata event buku murah ini hadir juga saat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke 73 kemarin! Wow menarik bukan? Andaikan kita belum berkesempatan mengikuti ‘sale’ ala kemerdekaan minggu lalu, kita bisa menandai HUT RI tahun depan sebagai salah satu event berbelanja buku murah.

Tidak hanya toko buku online, toko buku offline pun juga menawarkan potongan harga saat bulan kemerdekaan RI. Tentu kebijakan ini tak lepas dari pengelola toko itu sendiri. Misal beberapa toko Gramedia ternyata tidak memberikan potongan harga yang sama. Ada yang memberlakukan diskon 25% setiap pembelian minimal 4 buku berlogo penerbit Gramedia dkk (Grasindo, Elexmedia, BIP, dll) tanpa digabung dengan promo lain dan produk tertentu. Ada juga yang memberikan diskon 25% setiap pembelian minimal 4 buku berlogo gramedia dkk, baik buku yang masih baru maupun yang sudah lama (buku yang dibanderol mulai Rp. 10000,-). Kebijakannya lumayan berbeda bukan? 

Salan satu cara untuk mengetahui info-info penjualan buku murah ini dapat kita termukan dari rekan-rekan bookstagrammer. Tidak jarang saya tergerak untuk mengunjungi toko buku offline tertentu, karena beberapa teman mengunggah story tentang adanya diskon buku di kota masing-masing. Memang tidak semua buku sama persis antara satu toko dengan yang lain, tapi mencoba mengecek sesuatu kabar diskon secara langsung di toko buku bukan sesuatu yang merugikan. Bisa jadi..kita menemukan buku yang selama ini bertengger di jajaran wishlist karena belum terbeli. 

7 Buku Book haul

Jadi, jangan lupa untuk selalu berbagi informasi. Tidak ada salahnya rekan-rekan pembaca saling membagi kabar buku berharga murah di sosial media masing-masing. Barangkali, akan ada pembaca lain yang berminat di lokasi terdekat, dan bersyukur karena menemukan buku yang diinginkan. Seperti pada foto book haul saya di atas, beberapa buku saya incar dari lama dan baru mampu terbeli saat event diskon buku lama di Gramedia Royal Plaza Surabaya. Bonusnya, saya menemukan lima buku lain yang ikut saya bawa pulang. Oiya, event di Gramedia Royal ini masih berlangsung sampai akhir bulan ini. Nah masih ada waktu seminggu kalau ingin ke sana. :)

28/04/2018

Bookcrossing


Salah satu buku bookcrossing
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membaca buku. Mulai dari membeli buku dari toko, mendatangi perpustakaan, menyewa buku di rental, atau sekedar meminjam buku dari seseorang. Apalagi, dengan kemudahan mengirim barang seperti saat ini, meminjam buku dari seseorang yang berada di daerah lain juga bisa dilakukan. Tidak sekedar meminjam buku saja sebetulnya, saling bertukar buku bacaan antar pembaca yang tidak tinggal di area yang berdekatan juga memungkinkan.


Kalau ada di antara kalian yang suka membaca tanpa perlu harus membeli atau memiliki suatu buku, kalian bisa coba kegiatan yang bernama bookcrossing. Secara umum arti bookcrossing bisa dilihat di sini. Hanya saja, saya lebih suka mengartikan sebagai kegiatan 'menjalankan' buku dari satu pembaca ke pembaca yang lain. Buku berasal dari seseorang, yang kemudian dipinjam oleh calon pembaca selanjutnya sesuai dengan kesepakatan antara pemilik dengan peminjam. 


Aturan singkat tentang kegiatan bookcrossing
Di Indonesia, ada beberapa penyelenggara kegiatan bookcrossing. Sementara ini, saya baru mengetahui tiga penyelenggara seperti Mocco BukkuLoka Media, dan rlcrossing

Tentang peraturan atau kesepakatan antara pemilik buku (atau donor) tentu berbeda antara satu penyelenggara bookcrossing dengan yang lain. Mocco Bukku misalnya, mengundang siapa saja untuk berpartisipasi dalam kegiatan mereka. Tidak hanya mengajak para pembaca untuk meminjam buku yang mereka sediakan, tapi juga mengajak siapa saja yang ingin menyumbangkan buku untuk terlibat dalam kegiatan ini. Prosedur peminjaman juga memakai sistem berantai. Peminjam yang telah menyelesaikan buku bacaan bisa mengumumkan lewat instagram agar bisa menemukan calon pembaca yang benar-benar berminat pada buku tersebut, serta menanggung ongkos kirim kepada calon pembaca tersebut. Selanjutnya, si penerima harus bersedia mengirimkan dan menanggung ongkos kirim kepada calon pembaca selanjutnya.

Nah, akankah kalian berminat ikut kegiatan bookcrossing ini? Jika ada di antara kalian yang berminat menjadi bookcrosser atau bahkan donor dalam kegiatan bookcrossing, segera saja hubungi akun-akun di atas dengan cara mengeklik nama-nama penyelenggara yang telah saya sebutkan. Ada akun yang menerima siapa saja ikut berbagi buku, tapi ada juga yang 'menghandle' sendiri pasokan buku yang dipinjamkan. Selamat mencoba :)




19/04/2018

Tempat Tes Bahasa Inggris di Surabaya


Beberapa minggu yang lalu, adik saya akan melamar suatu posisi pekerjaan di suatu kota tertentu. Ternyata, salah satu persyaratannya menyebutkan bahwa pelamar perlu melampirkan hasil tes bahasa Inggris dengan skor tertentu dari lembaga bahasa yang kredibel. Lalu, setelah mengetahui permintaan yang ada, adik saya mengajak saya untuk menemaninya mencari tempat tes bahasa Inggris di Surabaya.

Sebenarnya, kalau instansi yang membuka lowongan pekerjaan tersebut tidak meminta tempat tes secara spesifik, kita bisa dengan mudah menemukan tempat tes bahasa Inggris di sekitar kita. Dengan catatan, tempat penyelenggara tes sudah memiliki reputasi yang terpercaya. Namun bila pihak yang membuka lowongan meminta calon pelamar untuk melampirkan hasil tes dari lembaga tertentu, itu beda lagi ceritanya.

Kemudian, tempat apa saja yang bisa kita kunjungi untuk mendapatkan hasil tes bahasa Inggris? Sementara ini, saya bisa menyarankan dua tempat untuk dikunjungi. Yang pertama adalah pusat bahasa dari suatu universitas. Tentu saja, kita perlu memastikan pusat bahasa yang kita tuju mau menerima peserta tes dari jalur umum; jalur untuk selain mahasiswa dan karyawan dari universitas tersebut. Kedua, kita bisa mengunjungi tempat-tempat kursus bahasa Inggris yang terpercaya.

Beberapa universitas negeri dan swasta di Surabaya memiliki pusat bahasa di kampus masing-masing. Saya belum bisa memastikan apakah setiap kampus di Surabaya melayani masyarakat umum untuk mengambil tes di tempat mereka. Hanya saja... saya pernah berkunjung dan memastikan beberapa kampus berikut mau menerima masyarakat umum sebagai peserta tes.

26/03/2018

Matematika dalam Bacaan Fiksi


sumber gambar
Bacaan fiksi terlihat lebih menarik daripada bacaan nonfiksi. Tengok saja para pembaca buku di Instagram atau bookstagrammer , mereka lebih sering memposting buku bergenre fiksi daripada nonfiksi. Entah itu bacaan bertema petualangan, fantasi, misteri, atau jenis lainnya. Cerita rekaan di luar kehidupan nyata – atau mirip kehidupan nyata – nampaknya bisa menarik banyak pembaca dibandingkan paparan teks yang menjemukan dalam buku-buku nonfiksi. Pun tidak sedikit pembaca yang menjadikan bacaan fiksi untuk rehat dari kesibukan sehari-hari.

Kemudian, apakah pelarian pembaca ke dunia ‘tak sebenarnya’ dalam cerita-cerita fiksi ini tidak bermanfaat? Perlu studi lebih lanjut untuk membahas ini. Apalagi ketika pendapat saya tentang bacaan fiksi tidak bermanfaat bukanlah sesuatu yang bisa dibenarkan. Ada beberapa orang meyakinkan saya bahwa bacaan fiksi mampu mengasah imajinasi atau kemampuan pada otak kanan manusia. Sebagian lagi berujar bahwa dengan membaca cerita fiksi, kegiatan ini bisa memperkaya kosa kata pembacanya, belajar mengetahui alur dan keruntutan cerita, serta dapat mengambil pelajaran tertentu dari cerita. Tentu, pembaca perlu melahap banyak buku terlebih dahulu untuk mengambil manfaat yang terakhir.

17/03/2018

Jadilah admin yang bertanggung jawab


Kurang lebih 10 tahun yang lalu, beberapa rekan dan saya tertarik untuk melibatkan teknologi dalam penelitian untuk tugas akhir. Tentu, keinginan itu terinspirasi dari perkembangan internet yang begitu pesat dan menjajikan feedback cepat dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam pembelajaran, siswa memerlukan feedback dari guru tentang benar atau tidaknya suatu pembahasan soal berkaitan dengan konsep tertentu secara cepat. Hal yang bisa ditawarkan dengan bantuan teknologi 'kekinian'. Misal ketika mengerjakan sepuluh soal pilihan ganda, siswa dapat mengetahui berapa skor yang mereka peroleh segera setelah menyelesaikan soal yang ada dari suatu software atau website tertentu.

Hal lain yang bisa ditawarkan teknologi untuk pembelajaran adalah mudahnya pengulangan. Tidak dapat dipungkiri, tiap siswa memiliki kemampuan daya serap yang berbeda antara satu dengan yang lain. Ada siswa yang paham ketika guru menjelaskan materi dalam sekali penjelasan, tapi tidak sedikit siswa yang memerlukan beberapa kali pengulangan. Dengan teknologi, berupa video pembelajaran, siswa mampu belajar dengan mengulang-ulang video tentang materi tertentu sampai mereka paham. Lagi-lagi, teknologi menawarkan kemudahan dalam mengakomodasi kecepatan pemahaman siswa yang beragam.