03/09/2013

Aku Tidak Peduli

aku tidak peduli dengan orang-orang yang pro atas kontes kecantikan
aku tidak peduli meskipun mereka muslim yang mengatasnamakan kontes internasional itu demi mengangkat citra bangsa

aku tidak peduli meskipun mereka ingin membela Indonesia yang terdiri atas beragam SARA
aku tidak peduli meskipun mereka bilang Islam harus toleransi
aku tidak peduli mereka para pengusung pluralisme
tapi aku PEDULI atas apa yang dilihat orang tua ku, adiku, hingga aku bisa mengganti channel di rumah
lalu bagaimana dengan sepupu ku? Ah, ternyata aku masih peduli dengan mereka. Jangankan melihat porno, akun fb di-hack penggemar porno saja hatiku sudah blingsatan
lalu bagaimana dengan teman-temanku? Ah, rupanya mereka cukup dewasa untuk memilah dan memilih hiburan, meskipun aku tak ada hak mengatur mereka, tapi aku masih peduli
Andai saja aku peduli sama seluruh orang-orang yang tidak aku pedulikan di atas, berjuta argumen sudah pasti menghampiriku.
Mungkin, aku terlalu lemah..
Aku tidak bisa berbuat banyak untuk lebih peduli pada mereka.

Entah bagaimana caranya wahai kalian saudara seimanku, jagalah penglihatan kalian dari sesuatu yang tidak diperkenankan. Di negara ini, mungkin saja sesi bikini itu ditiadakan. Namun ajang kecantikan itu tidak akan bisa diartikan yang lebih baik lagi. Kecantikan adalah kecantikan. Sesuatu yang tidak bisa diukur dengan pasti. Ada standar yang diusung panitianya. Ada pengaruh yang memancing wanita tampil sesuai standar itu. Ada magnet yang menarik pria untuk merancang kriteria “cantik” ketika melihat para wanita, bahkan memilihnya untuk menjadi seorang isteri. Ada kesan “permisif” masyarakat dunia yang melihat negara kita menjadi tuan rumah. Ada peluang terjadinya kontes serupa selanjutnya, bahkan mungkin kontes waria? Oh iya, aku lupa bahwa sebelumnya sudah ada sebuah produsen susu pernah mengadakan kontes untuk pria. Ada semangat untuk menjalankan terus aksi kontes kecantikan nasional entah itu Puteri berkebaya atau berhijab modern. Ada iming-iming untuk melepas penutup demi sesuai dengan standar kecantikan kontes. Akan ada banyak “ada hal” lain yang terus bisa ditemukan satu persatu ke depan nya. 


Ah, sungguh aku ini pelupa. Aku kan tidak perlu sedemikian cemas memedulikan orang-orang yang bahkan tidak mengenalku. Namun pasti, aku masih sangat peduli dengan orang-orang yang ada di sekitarku. Bagaimana dengan kalian?

4 comments:

  1. kenapa ya kontes yang tak penting saja yang di gembor2kan di media masa, sementara kontes MTQ Internasional malah hilang dari pemberitaan #mirisss

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena "penting" tidak nya sesuatu itu berbeda antara satu orang dengan yang lain. Siapa yang punya media, dia-lah yang punya andil menyiarkan apa yg menjadi kesukaannya. Apalagi kalau media itu punya anggota suatu partai, sudah jelas isi tayangannya seperti apa :)

      wah iya, saya ga tau juga MTQ internasional, pdhl Indonesia jadi juara umum ya? :)

      Nah, pean berminat utk punya channel TV sendiri? :)

      Delete
    2. kalau masalah stasiun tv bukan kompetensiku di situ, pengen nya sih punya penerbitan sendiri biar bisa terbitkan buku buku bergizi bagi bangsa ini :D

      Delete

Terima kasih atas kesan dan pesan nya. Jangan kapok dan sungkan untuk berkunjung kembali :)